JAKARTA- Negara Jepang memperkenalkan  konsep “Society 5.0 terkait era peradaban manusia, yang berbasis teknologi dan human-centered. Menurut Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, konsep ini memiliki 6 pilar utama, yakni: masyarakat digital, energi berkelanjutan, mobilitas cerdas, hidup sehat, keamanan sipil, dan teknologi di tempat kerja. Society 5.0 mewakili bentuk masyarakat ke-5 dalam sejarah manusia yang secara kronologis mengikuti perburuan, pertanian, industri, dan informasi. Lantas, bagaimana kesiapan Indonesia dalam menghadapi era tersebut? Sudah siapkah kita?

Pertanyaan tersebut akan menjadi wacana menarik dalam industri digital di Indonesia. Tak heran, berbagai pihak yang berkepentingan perlu terus ‘menggenjot’ edukasi tentang transformasi digital dalam kehidupan masyarakat agar tidak ketinggalan pada percepatan teknologi pada masa mendatang.

Asosiasi Digital Indonesia (IDA) adalah perkumpulan pelaku industri digital yang sangat concern memberikan edukasi terkait manfaat industri digital kepada masyarakat, tidak hanya secara bisnis tapi juga tanggung jawab sosial. Untuk mewujudkannya, IDA secara berkala mengadakan berbagai acara yang menghadirkan narasumber yang kompeten dan kredibel di bidangnya dengan target peserta utama adalah pelaku industri digital tapi terbuka pula untuk masyarakat umum.

IDA segera menggelar webinar bertajuk “Transformasi Digital itu Sekarang bukan Nanti”.  Acaranya melalui zoom channel http://bit.ly/WebinarIDA pada Kamis, 28 Januari 2021, pukul 16.00 s.d 17.30 WIB

Narasumber webinar ini adalah: Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informasi Periode 2014-2019); Alexander Rusli (Founder DigiAsia); Hermansjah Haryono (Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital atau Surge); dan Bouderwijn Armando (Client Partner iProspect). Webinar ini dipandu oleh moderator Dian Gemiano (Ketua IDA).

Acara ini adalah salah satu agenda kewajiban IDA untuk mengedukasi masyarakat tentang industri digital. Meskipun IDA asosiasi bisnis, kami punya kewajiban mengedukasi publik bahwa digital itu penting dalam kehidupan,” kata Dian Gemiano dalam siaran persnya.

Menurut Dian, webinar ini sangat penting bagi pelaku industri digital, baik yang berkecimpung di perusahaan teknologi, media, maupun advertising. Tapi pembahasannya  lebih umum yakni tentang industri digital.

“IDA kan fokusnya untuk perusahaan lokal ya. Jadi  perusahaan digital lokal harus sama-sama ikut, mumpung ada narasumber yang kompeten di bidangnya.  Mereka akan memberikan memberikan wawasan tentang strategi apa yang harus kita lakukan sekarang untuk menghadapi masa depan digital Indonesia,” ujar Dian.

IDA sangat mengapreasiasi atas kesediaan PT Solusi Sinergi Digital (Surge) sebagai mitra pada acara webinar ini. Menurut Dian, kerjasama IDA dengan Surge adalah bentuk kepedulian pelaku industri digital kepada publik. Dia berharap acara tersebut bisa membuka wawasan sekaligus jadi solusi terkait konektivitas internet dalam ekosistem. Jadi menurutnya, tepat sekali pemilihan Rudiantara, Alex Rusli, dan Hermansjah Haryono, yang sama-sama menjadi tulang punggung Surge menjadi narasumber yang kompeten dan kredibel.

“Kami bekerjasama dengan Surge karena visinya tentang digital tranformasi sangat diperhitungkan untuk kemajuan ekosistem digital di Indonesia. Surge juga punya solusi untuk menghadapi transformasi itu dalam menyambut masa depan industri teknologi,” jelas Dian.

Terkait acara webinar tersebut, Hermanjah Harjono menyebutkan bahwa Surge memang bagian dari tranformasi industri digital sekaligus menjadi bagian dari pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia.

“Sebagai solusi-preneur, Surge memang harus ikut berperan dalam mengembangkan smartcity, IOT, dan AI. Saya berharap ekosistem yang dibangun Surge tentunya memberikan pengaruh besar pula dalam dunia advertising,” kata Hermansjah.

Hermansjah sangat optimis dengan pengembangan ekosistem digital perusahaannya, apalagi setelah Surge kini berpredikat sebagai perusahaan TBK. Menurutnya, teknologi mampu memperbaiki masalah dunia yang kompleks dan  Surge fokus pada teknologi bergerak, yang tidak hanya bermanfaat secara bisnis, tetapi juga kepentingan publik, antara lain dengan pemasangan free wifi di berbagai fasilitas umum juga pembangunan kabel fiber optik di Pulau Jawa, yang nantinya masyarakat yang dekat dengan jalur area fiber optik tersebut bisa menikmati internet secara gratis.  

IDA dan Surge mengundang siapapun untuk mengikuti acara webinar “Transformasi Digital itu Sekarang bukan Nanti”. Silakan langsung daftar di  di link http://bit.ly/WebinarIDA

Transformasi Digital itu Sekarang bukan Nanti! Sudah siap untuk ikut arus pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia?

Sampai jumpa di webinar! Stay safe, stay sane!

IDA #demiindustrikita

(Yogi Rudiat/Surge PR/Foto: IDA)